Eri Hendro kusuma
Disela menunggu waktu untuk berbuka puasa, saya mencoba berselancar di Instagram untuk mencari hiburan. Niat awal mencari hiburan ternyata tidak berjalan mulus. Saya terdampar di salah satu akun yang mengharuskan saya kembali merenung dan berpikir.
“Sungguh berat Introspeksi, namun itulah jalan terbaik menuju peningkatan diri”. Akun dari salah satu organisasi mahasiswa Islam itu memposting sebuah quotes atau kutipan dari Prof. Dr. Nurcholish Madjid, M.A (Cak Nur). Salah satu tokoh pemikir Islam di Indonesia yang saya kagumi.
Terkadang kita terlalu sulit untuk mengevaluasi diri, akan tetapi dengan mudah kita akan mengevaluasi orang lain. Bahkan ketika ada sebuah satire atau kritik terhadap diri kita, masih saja kita mencoba mencari pembenar atas perilaku yang telah kita lakukan. Karena kita lebih memilih “dalih” daripada “dalil” inilah yang menyebabkan kualitas diri kita tidak meningkat.
Berbuat kesalahan merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan oleh manusia, sehingga kita tidak perlu takut untuk mengakui kesalahan. Tugas kita ketika melakukan kesalahan adalah dengan melakukan perbaikan-perbaikan. Perbaikan itu bisa diperoleh dari masukan orang lain maupun melalui introspeksi diri atau muhasabah.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al hasyr ayat 18 yang berbunyi
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat di atas menjelaskan kepada kita tentang pentingnya melakukan introspeksi diri, karena kesalahan yang telah kita perbuat bukan hanya berdampak saat di dunia melainkan juga kehidupan di akhirat kelak.
Ramadan kali ini, perlu kiranya sedikit menyisihkan waktu untuk merenung akan perbuatan yang telah kita lakukan. Merenung kembali sikap/perilaku orang lain kepada kita. Mengapa orang lain berbuat demikian kepada kita? Mungkin ada kesalahan yang kita perbuat, serta perenungan-perenungan lain sehingga kedepan kita menjadi manusia yang lebih baik.

Mengakui kesalahan diri jelas tidak akan menurunkan harga diri, akan tetapi ketika orang lain telah mengetahui kesalahan dan kita mencari pembenar atas kesalahan yang telah kita perbuat, maka kualitas diri kita akan jatuh baik di mata sesama manusia apalagi Allah SWT.
Yuk… jadikan Ramadan kali ini sebagai ajang introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas diri.