Dea Sintia Bela
Bulan Ramadhan identik dengan yang namanya sholat tarawih. Sholat malam yang dilaksanakan secara berjamaah di mushola ataupun masjid selama bulan Ramadhan.
Para warga di Dusun Tuyomerto berbondong-bondong datang untuk memenuhi mushola dan masjid. Mereka sangat bersemangat untuk melakukan sholat tarawih, karena sholat tarawih hanya dilakukan setahun sekali.

Ada banyak orang yang mengikuti sholat tarawih, mulai dari yang paling semangat hingga yang suka mengantuk. Ada juga para balita yang melakukan sholat tarawih, meskipun gerakan mereka belum sempurna dan banyak bercandanya.
Ramadhan hari pertama hingga hari ke delapan banyak orang yang mengikuti sholat tarawih. Akan tetapi hari-hari berikutnya jamaah sholat tarawih terus berkurang. Sehingga mulai nampak banyak tempat yang kosong.
Selesai melaksanakan sholat tarawih, ada banyak anak kecil yang meminta tanda tangan imam untuk memenuhi tugas sekolah mereka. Saya bertanya kepada salah satu adik yang ada disana, “Kegiatan apa saja untuk mengisi buku ramadhan?”. “Mulai dari puasa, sholat wajib, dan sholat tarawih” jawab adik itu. Buku ramadhan yang diberikan oleh sekolah dapat meningkatkan keimanan mereka.
Orang-orang yang menjadi imam memiliki ciri khas mereka masing-masing. Ada yang membaca bacaan sholat sangat cepat sehingga makmumnya tertinggal. Ada juga yang membacanya lambat sehingga membuat mengantuk. Sholat tarawih tahun ini sangat menyenangkan dibandingkan tahun kemarin.
Selesai sholat tarawih dilanjutkan dengan tadarus atau mengaji. Kebanyakan orang yang tadarus di malam hari adalah bapak-bapak. Sedangkan ibu-ibu bertadarus setelah sholat subuh dan ashar. Dalam satu hari bisa menyelesaikan lima juz.
Penulis : Dea Sintia Bela
Editor : Aliza Nur Hamidah