Beberapa bulan yang lewat saya diajak “ngopi” oleh kawan SMA yang saat ini bekerja di Pulau Kalimantan. Seperti biasa, ketika dia sedang ada di Kota Batu selalu memberi kabar dan mengajak rekan-rekan waktu SMA untuk berkumpul. Ayo “ngopi” bro!! Instruksi di grup whatsapp untuk mengawali agenda bertemu. Secara cepat rekan-rekan lain pun segera menanggapi dengan beberapa ada yang menawarkan sebuah cafe asik untuk “nongkrong”.

Berangkat ke cafe dengan niat ngopi terkadang tidak menjumpai secangkir kopi pun di meja “tongkrongan”. Malah di meja terhidang rupa-rupa minuman seperti wedang uwuh, wedang jahe, jus alpukat, es coklat, dan minuman lain tanpa ada unsur bubuk kopi sama sekali.
Nampaknya kata “ngopi” hari ini bukan hanya sekedar secangkir minuman panas yang berisi campuran gula dan bubuk kopi. Lebih luas dari itu, “ngopi” adalah sebuah media yang selalu dipakai sebagai perantara untuk berkumpul, entah sekedar bercanda gurau, diskusi, reuni, maupun kegiatan ngobrol santai lain.
Batu, 10 Maret 2023
Eri Hendro Kusuma