Ada seorang wanita cantik yang cueknya minta ampun. Namanya Clara, dia mahasiswa baru di kampus Mandalika. Banyak kisah menarik ketika dia mulai belajar di kampus tersebut.
Hari ini Clara dengan semangat membara akan menjalani situasi yang berbeda dari hari sebelumnya. Dia akan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kampus Mandalika sebagai mahasiswa jurusan kedokteran.
“ Mama, Clara berangkat dulu ya, mohon doa nya agar lancar” pamit Clara kepada mama nya sebelum berangkat ke kampus. Dia berangkat sendiri dengan mengendarai skuter merah mudanya.
“ Oiya kak, hati hati ya, dan ingat jangan banyak melamun disana” ujar mama nya.
Bismilah….. ucap dia sebelum berangkat
Hari ini Clara terlihat cantik sekali , mengenakan rok warna merah muda, kemeja putih, serta jilbab warna putih semakin terpancar aura kecantikannya.
Sesampai di kampus Clara bingung dimana aula tempat mahasiswa baru harus berkumpul untuk masa orientasi kampus. Akhirnya dia bertanya ke pak satpam,
“Assalamualaikum, pak , saya Clara mahasiswa baru, mau tanya dimana ya aula untuk pertemuan mahasiswa baru?” tanya Clara.
“Waalaikumsalam, oiya dek, lurus aja, nanti belok kanan dikit, nah itu aulanya “ ujar pak Kardi satpam kampus.
“Terimakasih pak, atas informasinya, saya permisi dulu nggih “ pamit Clara.
***
Clara adalah gadis indigo yang baik hati dan jarang sekali berbicara. Hanya satu atau dua kata saja itupun ketika dirasa sangat perlu. Walaupun begitu dia adalah anak yang pintar, oleh karenanya dia bisa masuk jurusan kedokteran, melalui jalur prestasi.
Tepat pukul 08.00 akhirnya Clara sampai ke aula. Disana telah berkumpul banyak mahasiswa baru dan acara terlihat akan segera dimulai. Dengan mengucap salam, akhirnya Clara masuk dan duduk di bangku deretan belakang. Dia memilih tempat duduk di belakang sendiri yang sebelahnya kosong.
Memilih bangku yang sebelahnya kosong bukanlah tanpa alasan. Karena Clara sengaja menyiapkan tempat untuk Alis – – jin baik yang selalu menemaninya dari kecil.
“Bagaimana Clara, apakah kamu baik baik saja hari ini, ohya cobalah untuk mencari teman baru yang banyak” ujar Alisa. “Baik , tapi aku tuh agak segan Alisa” jawab Clara. Dan dua insan yang berbeda jenis tersebut berbincang dengan asiknya.
Begitu acara dimulai, Clara masih sibuk sendiri. “Maaf mbak jilbab putih, yang duduk di belakang tolong jangan bicara sendiri” tegas pak Bambang dosen yang waktu itu memimpin pembukaan masa orientasi mahasiswa baru. Teman Clara memandang dengan penuh keheranan dan saling berbisik.
***
Clara sudah 6 bulan belajar di Kampus Mandalika. Selama itu pula dia belum atau tidak punya teman selain Alisa dan teman teman dari “dunia lain”.
Namun pesona Clara sebenarnya telah membius setiap mahasiswa di Kampus tersebut , untuk sekedar ingin berbincang atau bahkan ingin menjalin kasih dengannya. Itulah mengapa banyak mahasiswi yang mulai sirik dan iri dengki dengannya. Terutama geng Maya. Dengan segala cara dia berusaha mengganggu Clara, baik di kelas maupun di luar kelas.
Jam istirahat telah usai dan Clara kembali belajar di kelas. Di tengah pembelajara Clara ijin ke kamar mandi. Tanpa curiga dia dengan santai ke kamar mandi. Maya dan geng nya yang beda jurusan dengan Clara mengetahui kemana Clara melangkah.
“Lihat itu, Clara kekamar mandi “ ujar Maya. “Baiklah, ayo kita ikuti dan kita kunciin dari luar” Sinta menyaut. Sesampainya di kamar mandi, dikuncilah pintu utama kamar mandi yang di dalamnya ada Clara. Maya mengunci dengan memakai gembok yang dibeli sendiri dan hanya dia yang punya kuncinya. Kali ini dia yakin bahwa aksinya untuk mengerjai Clara berhasil.
“Ayo, kita kembali ke kelas, kita lihat pertunjukan yang bagus hari ini” ucap Maya dengan penuh keyakinan.
“Ayo kita pulang” ajak Maya ke teman se-gengnya.
“ayolah, oya gimana Clara di kamar mandi tadi ya” ucap Yano ke teman temannya.
“Hm, gimana ya, aku juga penasaran .Kok tidak ada berita menggemparkan” ucap Maya.
Sesampai di parkiran, dia melihat Clara telah siap pulang dengan mengendarai motor kesayangannya. Wuss,,, ada hawa dingin melewati pangkal leher Maya, seketika berdesir darah nya. Dia merinding dan heran kok bisa si Clara keluar dari kamar mandi yang telah tergembok.
“Loh, itu kan Clara kok bisa ya dia lolos lagi?” ujar Sinta geram.
“Hai Clara, selamat pagi, ayoo ke kelas sama aku. Kamu hari ini cantik sekali dan … “ sapa Riko teman satu jurusannya.
Clara hanya memandang Riko sekilas, tanpa menghiraukan ucapannya.
“Sombong amat gadis itu“ gumam Riko.
Clara tidak menjawab, karena menurutnya cara riko menyapa kurang sopan.
***
Di dudut lain terdengar cerita jika semalam ada kejadian menyeramkan di rumah Maya. Semalaman dia tidak bisa tidur, biasanya dia santai walaupun di rumah sendirian.
Jam 12 malam, banyak suara berisik di luar rumah. Maya mengintip dari korden putih kamarnya.
“Maya , jangan kamu ganggu Clara, kalo tetap kamu lakukan, terima akibatnya” terdengar suara di telinga kiri nya.
Angin besar pun juga berhembus dengan kencang sampai memporakporandakan seisi kamar tidurnya. Dengan gemetar maya segera naik ke ranjang dan bersembunyi di balik selimut.
Pagi harinya
“Clara, aku minta maaf ya selama ini telah menyakiti hatimu” ujar Maya dengan sunguh sungguh.
“ok, Maya” jawab Clara singkat. Setelah itu dia nyelonong pergi.
Singkat cerita walaupuun Clara tidak punya banyak teman namun dia tetap cuek dan bahagia. Sampai akhirnya dia bertemu Jesen, Mahasiswa kedokteran satu tingkat diatasnya. Akhirnya mereka berdua berteman, menjalin kasih, dan menikah.
“Selamat ya buat kalian berdua, semoga pernikahan nya membawa berkah, sakinah mawadah warrahmah” ucap teman kampus Jesen dan Clara, bapak ibu dosen juga kerabat yang menghadiri pernikanan mereka.
***
Demikian lah, cerita tentang pesona si cuek Clara, dan kita akan berjumpa di episode selanjutnya. Bagaimana kisah Clara dan Jesen dalam menjalani hari hari bahagia mereka. Pasti tidak selalu bahagia, itulah hidup. Yang penuh lika liku kehidupan, sedikit gambaran akhirnya mereka dikarunia sepasang anak kembar yang cantik cantik.
Batu, 2 September 2022
Hyuwana Kriya Setiyani lahir di Malang, 6 Februari 1981. SD sampai SMA di Kasembon Kab.Malang. S1 di Kota Malang. Dan akhirnya memilih jalan mengabdi menjadi PNS sejak tahun 2006 di Kalimantan Timur. Saat ini menjadi PNS di Kota Batu Jawa Timur.