Selasa (19/10/2021) kami tim jurnalistik stangga news melakukan wawancara khusus kepada Bu Ida Misaroh selaku Kepala SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu, terkait kunjungan Bapak Andi Andang selaku direktorat SMP Kemdikbudristek.
Bapak Andi Andang, selaku direktorat pembinaan SMP Jakarta, yang menangani tentang sekolah afirmasi ( sekolah afirmasi itu terdiri dari sekolah, SMP satap terbuka dan inklusif ). Sekolah inklusif adalah sekolah yang terdiri dari sebagian muridnya cacat, dan terbelakang dan itu harus didampingi.
Tujuan bapak Andi Andang datang ke sekolah SMPN Satap Pesanggrahan 02 ini yaitu, mewakili dari Jakarta untuk melihat keterlaksanaan SMP satap di kota batu yang terdiri dari 2 SMP satap, yaitu SMP satap Gunungsari dan SMP satap Pesanggrahan, tetapi yang didatangi adalah SMP satap Pesanggrahan, karena beliau melihat ada salah satu siswa yang menjadi juara nasional ( Devi kisnadelia ), Dan ingin tahu seperti apa satap sebenarnya. SMP satu atap hanya berada di kejauhan, dan beda dengan sekolah sekolah lainya yang berada di bawah.
Selain,tujuan terkait kunjungan bapak Andi Andang, juga ada program programnya yaitu menilai dan mengevaluasi tentang pembelajarannya itu seperti apa. Dan dijelaskan oleh ibu Ida Misaroh, bahwa saat pandemi kita menggunakan pembelajaran jarak jauh dengan hp, kemudian beliau bertanya “apakah disini bisa menggunakan hp”.
” Disini sangat bisa, karena internetnya terjangkau dan lancar”. Jawab ibu Ida
Dari jumblah siswanya yang kurang dari 60, dan jumblah bandpit 20 rb itu mampu untuk pembelajaran bapak ibu guru dan para murid untuk menggunakan google meet dan google classroom.
Dan sudah berjalan lancar, walaupun tidak seideal tatap muka.
Selain program pembelajaran disini, belaiau juga bertanya tentang kecakapan hidup atau kemampuan di bidang akademik contohnya dengan anak anak yang sudah mengikuti olimpiade seperti IPA, IPS dan MTK.
Kemudian, kemampuan hidup selama disini menghasilkan susu, dengan dilatihnya para murid mengolah susu menjadi yogurt.
Kemudian di ekstra kurikuler olahraga, seperti futsal, voli dan basket. Di bidang seni ada batik, desain grafik dan ditambah dengan jurnalis.
Direktorat sangat bangga sekali dengan sekolah yang seperti ini, jauh lebih dari di bawah, karena di bawah baru kemarin tatap muka sehingga banyak murid muridnya yang down.
Selain keterampilan murid, ada juga yang ditanyakan terkait tenaga pendidik yaitu guru, keuntungannya banyak dari pegawai negeri dengan jumblah 11 orang dan yang bukan pegawai negeri ada 3 orang. Antara pegawai negeri dengan bukan pegawai negeri memang jelas beda, dan pegawai negeri tidak dibayar oleh sekolah, melainkan pemerintahan kota batu yang membayar. Jadi sekolah itu hanya membiayai pegawai yang bukan pns.
Sekolah juga kelemahannya tidak boleh menarik dari orang tua, itu yang jadi kendala untuk sara dan prasarana yang masih kurang.
Kemudian yang terakhir, terkait PTM apakah disini sudah mematuhi prosedur apa belum, mulai dari ijin ke ketua satgas, kemudian protokol kesehatan sudah dijalankan apa belum, itu sudah di evaluasi dan disampaikan.
Dengan syarat dari pemerintah, yaitu pertama siswanya harus divaksin, guru dan orangtua juga harus divaksin dan semua syarat itu sudah ditulis dan disampaikan ke Jakarta, bahwa SMPN satap sudah memenuhi syarat dan Alhamdulillah ada dukungan dari pusat mudah- mudahan siswanya selalu berprestasi.
Pewarta: Karina Vironika & Claresta Fredella
Editor : Eri Hendro Kusuma